Hi, guest ! welcome to Livebebetter!. | About Us | Contact | Register | Sign In

Rabu, 29 Oktober 2008

Menerjang Badai

Menerjang Badai
Oleh: Daniel Susanto S.Th

Matius 14:22-33
Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini (ego, eimi / ehye asyer ehye (Ibr) ), jangan takut!" Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."


3 hal yang Perlu direnungkan sehubungan dengan perkataan Yesus dalam cerita ini.

1. Tuhan mau kita belajar dari pengalaman.
Para Murid lupa akan pengalaman yang terjadi dalam Mat. 8:23-27 (angin ribut yang pertama mereka alami) Ay. 27 mengatakan “Akulah ini” = ego eimi = Akulah Aku = Ehyeh asyer ehyeh ( (Kel. 3:14)

2. Tuhan Mau kita belajar bahwa Dia selalu hadir ketika kita dalam kesulitan (ay.29)


3. Tuhan mau kita belajar untuk percaya sepenuhnya kepada-Nya (ay.31). Dia Maha Kuasa.
Ceritakan Myth Palestina tentang Dewa Air.
Myth / Legenda Palestina mengatakan: Baal (Dewa tertinggi Palestina pernah dikalahkan oleh Dewa air.
Dalam cerita ini, Yesus menaklukkan Kuasa Dewa air.

Aplikasi

Ada banyak Angin sakal / ribut dalam kehidupan kita yang dapat membuat kerdil iman kita;
Entah itu dalam bentuk masalah Ekonomi
Kerja dan usaha
Rumah tangga
Hubungan dengan sesama dll

Namun, disaat-saat seperti demikian ingatlah!
• Pengalaman-pengalaman berjalan dengan Tuhan
• Bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang dekat ‘Immanuel”
• Percayakan hidup kita hanya kepada-Nya (Dia Maha Kuasa)
Sehingga iman dapat bertahan dan kita memperoleh kemenangan bersama Tuhan.

Dapatkah Biji Mangga menjadi Pohon Semangka?

Dapatkah Biji Mangga menjadi Pohon Semangka?

Oleh : Daniel Susanto S.Th

Aku dan teman-temanku adalah sebuah pohon Mangga, kami berasal dari berbagai spesies yang berbeda-beda; ada Mangga Harum Manis, Mangga Golek, Mangga Telor, dll.

Kami diletakkan di sebuah lahan atau tempat, sehingga kami bagaikan satu koloni mangga dari berbagai jenis tanaman mangga. Di koloni itu, aku dapat mengenal banyak teman baik dari spesies yang sama atau dari spesies yang lain. Ada di antara mereka yang sudah mulai menghasilkan buah yang menguning dan mengeluarkan aroma yang khas, maklumlah mereka sudah mulai masak. Ada juga yang buahnya dalam proses pematangan seperti aku dan bahkan ada yang baru mulai berbentuk memiliki kembang buah mangga.

Tetapi, ada juga beberapa koloni tanaman lain yang ada dalam lahan dimana kami tumbuh. Itulah tempat dimana para buah Semangka tinggal dan tumbuh.

Satu saat, ada sebuah pohon Semangka yang memboikot. Konon tindakan memboikotnya disebabkan karena dia merasa pupuk dan nutrisi yang dia dapat tidak sama dengan nutrisi yang kami terima dari Petani buah yang menanam kami. Sehingga si Semangka itu menunjukkan ciri-ciri tidak akan menghasilkan buah pada musim berikutnya.

Akhirnya para pekerja yang ada dalam kebun itu hampir kehabisan akal. Bagaimana tidak? Karena ketika si Semangka ini dicoba untuk di ajak berdialog, dia selalu menghindar bersembunyi di antara dedaunan yang ada.

Terpaksa diusulkan agar dicari sebuah tanaman yang dapat menggantikan fungsi si Semangka Pemboikot itu oleh para Pekerja Kebun.

Hari terus berlalu dan waktu untuk Semangka berbuahpun tiba. Namun karena dia tidak menunjukkan tanda-tanda yang kooperarif, sekalipun ternyata pupuk dan nutrisi yang dia terima sama dengan kami, maka ada sebuah pohon yang ditunjuk oleh Pekerja Kebun itu untuk menggantikannya.

Pohon itu adalah Aku, sebuah spesies pohon Mangga. Sebuah spesies Mangga, diminta untuk berbuah Semangka

Tentu saja ini mengagetkan aku dan juga beberapa teman pohon Mangga yang sangat akrab dengan aku. Pikirku, manakah mungkin sebuah pohon Mangga menghasilkan buah Semangka. Aku memang harus menghasilkan buah, tapi itu bukanlah buah Semangka. Tetapi buah Mangga!

Kalau untuk menjadi fungsi yang lain, aku dapat melakukannya. Aku akan membantu mengurangi polusi udara, aku juga akan menjadi tempat berteduh bagi orang yang merasa kepanasan, aku akan membantu tanah untuk menampung air hujan yang turun ke bumi. Asalkan jangan paksa aku menghasilkan buah Semangka, karena aku adalah Pohon Mangga.

Kalau Tuhan yang merubah biji Mangga menjadi pohon Semangka, pasti bisa!
Tapi kalau manusia yang memaksakannya, tidak akan mungkin! Itu konyol!

Kalau dengan rekayasa genetik, barangkali bisa dan butuh waktu lama, tapi kalau lagi ingin makan buah Semangka saat ini juga, untuk apa bersusah payah membuat eksperimen biji Mangga diubah gennya jadi Semangka, cari saja orang yang jual buah Semangka. Pasti ada pasar atau toko yang jual!

Alasan Klise, untuk mengasah otak atau agar hal-hal baru tercipta………mmmmmmmmm gak banget deh………

Biji Mangga akan menjadi pohon Mangga dan berbuah Mangga. Memaksakan biji Mangga menjadi pohon Semangka dan berbuah Semangka akan mematikan biji Mangga itu dan tidak akan ada hasilnya, baik pohon Mangga atau pohon Semangka!!!!!!!!!

Seperti seorang Bijak yang memberi beberapa nasehat bijaknya demikian:

Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati

.... tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu.

Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.