Hi, guest ! welcome to Livebebetter!. | About Us | Contact | Register | Sign In

Rabu, 29 Oktober 2008

Belajar dari Kisah Petrus

Belajar dari Kisah Petrus
oleh: Daniel Susanto S.Th
2 Peter 1:
1 Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.

Banyak orang ingin meraih sukses, itu baik!
Tidak ada seorangpun yang ingin kehidupannya gagal, itu benar!
Kegagalan adalah akhir dari segalanya, tidak!
Keberhasilan dan kegagalan bersifat permanen? Belum tentu!

Hal positif dari Petrus.
Berani (Mat 26:35, 51),

Kekurangan Petrus
Cepat Frustasi (Matius 26:70)

Apakah Petrus gagal?
Jawab tidak! Petrus mengalami kebangitan kembali dalam Roh, Intelektual dan Karakter.

Bagimana Petrus dapat bangkit dari kegagalannya
Yoh. 21:1-19
1. Petrus mendapat belas kasih Tuhan
2. Petrus Merespon hadirat Tuhan dengan baik (Yoh. 21:7)
3. Petrus membuka hatinya untuk dipulihkan oleh Tuhan ( Yoh. 21:15, 16, 17, 19, 22)

Penutup
Saat ini jika ada yang merasa telah gagal dan ingin dipulihkan datanglah kepada Tuhan Yesus, Belas kasihNya yang telah Petrus terima, juga diperuntukkan untuk kita. Datang kepada Dia……………….Tuhan akan memulihkanmu

Tantangan Umat Tuhan di Era Postmodern

Tantangan Umat Tuhan di Era Postmodern
I Timotius 4: 1-16

Orang–orang pada zaman Postmo cenderung bersifat memegang falsafah relativisme. Tidak ada kebenaran yang mutlak, kata mereka.

Albert Enstein: Dalam Ilmu Alam memang berlaku hukum relativisme. Namun dalam berhubungan dengan Tuhan tidak demikian.

Paus Benedictus XVI: Janganlah kita menjadi korban dari relativisme.

Tantangan-tantangan tersebut adalah:

1. Berhubungan Ekklesiologi
• Banyaknya Perpecahan Gereja, dll
• SKB 2 Menteri – eksistensi ibadah Kristen dipersulit
2. Berhubungan SDM dan Kepemimpinan
• Banyak pemimpin gereja yang stagnan
• Dilain pihak, gerakan ekstrim dari adanya kebangkitan kaum awam, cenderung menjadi “hakim” bagi sesama dan pemimpinnya, bukannya melengkapi kekurangan sesamanya.
3. Berhubungan dengan Kaum Pietis dan Rasional
• Kaum Pietis ingin mengembalikan kekudusan gereja,namun dengan berdasarkan pengalaman pribadi.
• Kaum Rasional, tidak lagi percaya akan otoritas Alkitab sebagai Firman Allah.
4. Berhubungan dengan IPTEK
• Penemuan-penemuan Ilmiah, menuntun sebagian orang menjadi “Superman” dan mereka mengesampingkan Allah.
• IPTEK dijadikan sebagai Tuhan dan Sumber kejahatan.

Solusinya:

Kita semua sebagai kaum profesional yang telah Tuhan Panggil di lingkungan pekerjaan kita (RS, Industri. dll ), gunakanlah anugerah Tuhan dengan sebaik-baiknya. Sehingga kita dapat menjadi “Injil yang terbuka” bagi orang-orang disekitar kita.

Taklukkanlah pikiran dan kepandaian kita di bawah kuasa Allah
Bekerja dengan penuh tanggung jawab
Bekerja dengan penuh disiplin dan dedikasi yang tinggi
Bekerja dengan Intergritas
Yang terpenting adalah Mengandalkan Tuhan dalam setiap pekerjaan kita.