Hi, guest ! welcome to Livebebetter!. | About Us | Contact | Register | Sign In

Selasa, 10 April 2012

WASPADAI, FAHAM SOSIALIS DAN KOMUNIS MENYUSUP GEREJA (KOMUNITAS) ANDA!!!


WASPADAI, FAHAM SOSIALIS DAN KOMUNIS MENYUSUP GEREJA (KOMUNITAS) ANDA!!!
Daniel Susanto S.Th


Sosialisme adalah sebuah istilah yang muncul pada abab ke-19. Berpijak pada konsep Karl Marx tentang penghapusan kepemilikan hak pribadi, Sejak abad itu pula, konsep dari sosialisme berkembang dalam beberapa paham seperti; anarkisme, marxisme, komunisme dll. (lihat: http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisme)

Dalam komunisme perubahan sosial harus dimulai dari pengambil-alihan asset-asset melalui peran Organisasi (Partai) Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari masyarakat kelas bawah, namun pengorganisasian kelas bawah hanya dapat berhasil dengan melalui perjuangan organisasi. Organisasi membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro. Inilah yang menyebabkan komunisme menjadi "tumpul" dan tidak lagi diminati karena korupsi yang dilakukan oleh para pemimpinnya. (lihat: http://id.wikipedia.org/wiki/Komunisme)

Komunisme seringkali menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal atas individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi (baca: asset-asset) harus dikuasai oleh “organisasi” guna “kemakmuran rakyat” secara merata akan tetapi dalam kenyataannya hanya dikelola serta menguntungkan para elit organisasi, Komunisme memperkenalkan penggunaan sistim demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit organisasi komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota organisasi komunis karenanya dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan.

Ironisnya, secara perlahan namun pasti, faham tersebut menyusup ke dalam sistem kelembagaan gerejawi. Dengan dalih bahwa dalam Kisah Para Rasul 2:45 dan KPR 4:34-35 jemaat mula-mula melakukan pemerataan hak milik mereka masing-masing, para penganut sosialis masa kini menggunakan ayat-ayat tersebut untuk menanamkan faham sosialis-komunis ke dalam gereja. Pelayanan sosial memang tidak dapat dilepaskan dari panggilan gereja dimuka bumi ini (Kisah Para Rasul 6:1-7; Yakobus 1:27. Bahkan umat pilihan Allah pun dalam PL juga diberikan mandat untuk melakukan pelayanan sosial (Keluaran 23:10-11). Tetapi Firman Tuhan tetap mengakui adanya hak kepemilikan pribadi (Keluaran 22:1-20).

Menjadi bahan perenungan kita bersama bahwa perselisihan yang terjadi di dalam lembaga-lembaga gerejawi seringkali hanya disekitar persoalan asset; salah satunya adalah pengalihan asset-asset ke dalam organisasi tanpa mempedulikan hak kepemilikan gereja lokal. Oleh karena itu, WASPADALAH…. Jangan sampai faham sosialis-komunis menyusup dalam gereja atau komunitas saudara… Tuhan Yesus Memberkati.

Antara "Gandum" dan "Sekam"

Antara "Gandum" dan "Sekam"

Daniel Susanto S.Th

Dalam Firman Tuhan, ada sebuah perbandingan antara orang benar dengan orang fasik. Kehidupan keduanya pun kembali dibandingkan dengan gandum dan sekam (Ayb 21:18; Mzm 1:4; 35:5; Yes 17:13; 41:15). Orang benar diibaratkan dengan “gandum atau batang jerami” dan orang fasik diibaratkan dengan ”sekam.” Demikianlah gambaran para nabi Purbakala bangsa Israel untuk menggambarkan dua sisi kehidupan manusia saat itu. Oleh karena sekam mudah tertiup angin, gampang terombang-ambing.

Namun yang jadi persoalan orang-orang yang hidup pada zaman sekarang menilai satu dengan yang lainnya dengan menggunakan ayat-ayat tersebut di atas. Pernah ada seseorang yang “seolah” bernubuat mengenai sebuah kelompok yang memisahkan diri dengan sebutan kami “gandum” dan mereka “sekam.” Kami adalah orang “benar” dan mereka addalah orang “fasik.”

Ketika saya merenungkan tentang hal ini dan membandingkannya dengan Kebesaran Kasih Karunia Tuhan kita Yesus Kristus. KasihNya yang dapat mengubahkan seorang Yakub /Yesyurun (nama kuno dari Yakub), seorang penipu menjadi Israel, Saulus menjadi Paulus sebuah pribadi luar biasa Tuhan pakai. Betapa mereka yang mengatakan “kami gandum” dan “orang lain sekam.” Orang-orang tersebut mencoba mengerdilkan Kasih KaruaniaNya yang besar itu.

Ternyata setelah Ilmu pengetahuan bertambah sekampun masih dapat berguna.

“sekam padi ternyata menyimpan banyak manfaat.selain digunakan sebagai bahan bakar,bisa juga dibuat arang aktif untuk penjernih air..yang saya lakukan sekarang adalah membuat adsorben dengan bahan dasar sekam padi kering..yang diambil adalah silikanya,yang nantinya akan digunakan untuk sintesis zeolite NaA.zeolite NaA adalah zeolite sintesis yang memiliki rongga-rongga pada strukturnya,sehingga memungkinkan terjadinya ikatan secara fisik dengan senyawa lain seperti polutan udara dan air,contohnya dari golongan NOx..sebenarnya tujuan dari adsorbsi ini adalah sebagai penangkap gas hasil buangan baik industri maupun kendaraan bermotor” (riesthandie.blogspot.com/view/timeslide).

Selain itu, sekam juga dapat meningkatkan kualitas minyak jelantah yang menurut beberapa ahli dapat mengganggu kesehatan.

“mengatasi limbah minyak goreng bekas dan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat karena walau dengan mengkonsumsi minyak jelantah tetapi resiko akibatnya terhadap kesehatan dapat diminimalkan dengan proses penjernihan dan menggunakan bahan baku yang mudah sekali didapatkan yaitu abu sekam padi” (jurnal.upi.edu/educationist/key/sekam).

Tuhan kita adalah Allah yang Maha Kuasa, Saulus dapat berubah oleh karena Kasih KaruniaNya. Maka “sekam” pun tentunya dapat berubah. Karena “sekam” yang terpisah dari kumpulan “gandum” telah tertiup dan jatuh di Tangan Sang Maha Kuasa yang dapat mengubah yang tersisih menjadi tetap berguna. Seperti juga “buluh yang terkulai tidak akan dipatahkanNya dan sumbu yang pudar tak akan dipadamkanNya (Yes. 42:3). Tuhan Memberkati Yesus kita Semua.